Locarno Open Doors 2021: Perjalanan Menuju Selfie di Piazza Grande

Sore hari yang cukup terik di akhir bulan Maret, saya sedang bermain sepak bola, di Playstation tentu saja, ketika Sophie Bourdon, Head of Open Doors, mengirimkan pesan singkat di Facebook Messenger untuk menelepon saya hari itu. Sekitar satu jam kurang sedikit kami berbincang, dari perbincangan itu saya menarik kesimpulan jika ia sedang mempertimbangkan project film panjang pertama saya, Our Son, untuk dipilih menjadi salah satu project yang akan dibawa di Open Doors. Saat itu ia berkata jika keputusan belum final, dan akan menghubungi saya lagi dalam satu minggu ke depan jika lolos. Sejak saat itu, tidur saya menjadi tidak nyenyak.

Apa itu Locarno Open Doors?

Locarno Open Doors adalah sebuah platform di Locarno Film Festival, di mana platform ini di tiga tahun terakhir fokus membawa project-project dan talent-talent dari Asia Tenggara untuk menunjukkan potensinya dan bertemu dengan stakeholders industri film di dunia untuk membuka peluang kemungkinan-kemungkinan kerjasama di kemudian hari. Open Doors sendiri terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Open Doors Lab, Open Doors Hub, dan Open Doors Screenings (https://www.locarnofestival.ch/LFF/pro/projects/open-doors.html). Locarno Open Doors Hub, platform yang saya ikuti, adalah platform yang sangat kompetitif, karena di tahun ini, hanya ada delapan project yang terpilih untuk mengikutinya. Di Open Doors Hub, saya bersama produser saya, Iqbal Hamdan, mengikuti serangkaian workshop, 1 on 1 meeting, dan pitching project.

Our Son confirmed to be a part of Locarno Open Doors Hub 2021.

Setelah lebih dari satu minggu tidak bisa tidur nyenyak sejak ditelpon Sophie, akhirnya di pertengahan April, kabar baik datang juga. Kami mendapat pemberitahuan resmi jika project film panjang pertama kami, Our Son, akan menjadi bagian dari Locarno Open Doors Hub 2021.

Dan saya tetap tak bisa tidur nyenyak setelah itu.

Pandemi dan segala kerumitannya.

Pandemi membuat hal-hal yang semula mudah, menjadi sangat rumit. Pandemi membatasi pergerakan-pergerakan, sementara sebenarnya manusia tidak bisa hidup jika tidak bergerak. Karena hal itu, Locarno Open Doors di tahun ini menyiasati dengan melakukan kegiatan secara hybrid, secara online dan juga onsite. Kegiatan-kegiatan utama seperti workshop dilakukan secara online. Kemudian, sebagian besar dari kami yang berhasil melalui kerumitan-kerumitan pandemi dan mendapat lampu hijau untuk melakukan perjalanan ke Locarno, melanjutkan kegiatan secara onsite. Pun, mereka yang tak bisa datang tetap bisa terus melaksanakan kegiatan utama bersama-sama. Kelas-kelas tetap dilaksanakan secara online dan onsite. 1 on 1 meeting juga dilakukan secara online dan onsite. Khusus untuk pitching, diputuskan dilakukan secara online semua supaya sama rata, karena tidak semua peserta bisa datang ke Locarno.

suasana kelas yang dilakukan secara hybrid. mereka yang di layar adalah para peserta yang tidak bisa hadir ke Locarno.

Hari-hari di Locarno

Beruntung, saya dan Iqbal berhasil mendapatkan visa untuk terbang ke Locarno. Dari tanggal 5-11 Agustus, hari-hari kami di Locarno sangat padat. Kegiatan kelas dimulai di pagi hari. Kelas setiap pagi diisi dengan topik-topik tentang skema industri perfilman dunia, tak melulu perihal produksi, namun juga rantai lain yang sama pentingnya. Siang hari, kami makan siang bersama dengan tamu-tamu undangan yang berisikan profesional di dunia perfilman. Sesi makan siang ini menjadi salah satu sesi penting untuk berkenalan. Siang hari sampai sore, kami melakukan 1 on 1 meeting dengan stakeholders industri film dunia. Lepas itu, kami menghabiskan waktu dengan menonton film dan juga networking party.

Iqbal mempersiapkan materi-materi untuk 1 on 1 meeting.

Setelah lima hari melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, tiba harinya kami harus pitching di depan juri. Nantinya, juri-juri ini akan menentukan project mana yang berhak mendapatkan hadiah, karena tentu saja tidak semua project bisa mendapatkan hadiah. Lalu, bagaimana persiapan kami? Jujur, tidak ada persiapan khusus akan bagaimana, karena project ini sudah ada di benak kami, sehingga kami berusaha lepas saja menceritakan tentang apa film yang akan kami buat, apa yang akan kami lakukan untuk membuatnya, dan yang terpenting adalah motivasi apa yang membuat kami ingin membuat film ini.

Pengumuman Pemenang

Tidak seperti saat hari-hari menunggu pengumuman project saya diterima di Open Doors Hub 2021, saat-saat menuju pengumuman pemenang saya tetap bisa tidur nyenyak dan bahkan mungkin saya tidak terlalu memikirkanya, karena bagi saya kesempatan bisa membawa project ini ke Open Doors sudah merupakan sebuah kesempatan yang sangat berarti. Kami menuju ke La Rotonda, lokasi pengumuman awarding dengan tenang dan santai.

Satu persatu pemenang mulai diumumkan, dimulai dari peserta Open Doors Lab, hingga tiba akhirnya di pengumuman Open Doors Hub. Sophie Bourdon, mengumumkan salah satu award yang akan diberikan, yaitu Open Doors Grant to the value of 10,000 CHF Awarded by the Swiss Agency for Development and Cooperation (SDC) by the City of Bellinzona and by the Swiss fund for production support Visions Sud Est. Sophie membacakan sebuah ringkasan cerita, di mana saya sangat familiar dengan ringkasan cerita itu. Ya, itu adalah cerita yang saya bawa di project Our Son. Setelah Sophie membacakan ringkasan cerita, Paolo Bertolin yang saat itu menjadi MC, langsung menyebutkan nama saya dan Iqbal untuk maju menerima penghargaan.

Speechless. Saya berusaha mengatur nafas, mengatur emosi, namun ingatan-ingatan tentang perjalanan kami membawa project ini hingga ke titik sekarang terlalu banyak berseliweran di kepala, saya tidak bisa berkata-kata. Satu kata yang bisa saya ucapkan saat itu, di depan banyak orang: thank you. Satu kata yang mewakili banyak sekali perasaan-perasaan yang saya rasakan.

Red Carpet dan Selfie di Piazza Grande

Malam harinya, saya mengenakan pakaian terbaik yang saya bawa: batik. Usai pengumuman awarding, kami semua diminta untuk berjalan di red carpet, menuju ke Piazza Grande, salah satu ikon utama dari Locarno Film Festival. Piazza Grande adalah salah satu area di kota Locarno di mana ketika festival film berlangsung, area ini disulap menjadi sebuah area outdoor untuk menonton film dengan kapasitas ribuan orang dan layar yang sangat besar. Di tempat ini pula dihelat acara-acara penting selama festival film berlangsung, salah satunya adalah awarding night untuk Locarno Open Doors.

Setelah melewati red carpet dan berfoto-foto, saya bersama tiga peserta lain yang mendapatkan hadiah utama, E del Mundo dari Phillipines, John Badalu dari Indonesia (membawa project dari Myanmar), dan Ratchapoom Boonbunchachoke dari Thailand diminta untuk bersiap di backstage menunggu saat-saat dipanggil ke atas panggung. Di masa-masa menunggu itulah, kami merencanakan sebuah ceremony kecil yang bakal menjadi kenangan besar buat kami: Selfie di atas panggung Piazza Grande.

Kami benar-benar merencanakan itu. Setelah satu persatu dari kami dipanggil, kemudian Ratchapoom memberikan speech untuk hadiah utama yang didapatnya, kami segera menjalankan misi.

allow us to do a Piazza Grande Selfie!”

Perasaaan was-was dan ragu muncul ketika kami bersiap melakukannya. Namun sejurus setelahnya, tepuk tangan riuh dari penonton ketika melihat kami selfie, memberikan energi positif yang sangat besar bagi kami. Kami berpelukan ketika turun dari panggung, dan berjanji, bagaimanapun caranya, project yang kami bawa harus benar-benar terwujud.

rangkuman video dari official akun Locarno Film Festival:

Terima kasih, terima kasih, terima kasih Locarno Film Festival dan Locarno Open Doors untuk kesempatan ini. Lain kali, semoga kami akan kembali selfie di Piazza Grande dengan film kami!

2 Replies to “Locarno Open Doors 2021: Perjalanan Menuju Selfie di Piazza Grande”

  1. Eny Handriyati says:

    Papa gya..hebat..keren👍👍👍👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com
%d bloggers like this: