Jurnal Menjelang Siang #2

hari ini kami selesai melakukan recce hari kedua dengan rute: moyudan di sleman, dan parangkusumo, bantul. dua lokasi yang secara jarak sangat jauh, memang. saya sempat khawatir jika kami kehabisan waktu, apalagi kami berangkat sedikit terlambat dari jadwal yang sudah ditetapkan. tapi syukurlah, kami bisa menyelesaikan recce hari ini dengan lancar, walau ada satu kejadian yang membuat saya dan teman-teman cukup terganggu.

ceritanya, kami melintasi sebuah perempatan. saya yang mengemudi. lampu apill berwarna hijau dengan menyisakan waktu masih 10 detik saat saya melintasinya. artinya, itu adalah hak saya sepenuhnya untuk melintasi perempatan tersebut. tapi, dari arah kiri meluncurlah sebuah motor, yang secara teori jelas dia salah, karena dia menerobos lampu apill. saya perhatikan, dia tidak menurunkan kecepatannya. saya peringatkan dia dengan klakson panjang. dia salah. tapi reaksinya membuat kami tidak habis pikir: dia malah menggeber motornya keras-keras (bahasa jawa: mbleyer) dengan wajah seolah-olah dia tidak punya salah.

di titik ini, saya sudah tidak paham lagi dengan manusia itu. apa yang ada di kepalanya, yang dengan bangga berbuat salah, namun merasa tidak berbuat salah apa-apa. bahkan dia merasa benar dan berhak untuk marah pada saya yang memperingatkan dia. dia bisa sangat membahayakan orang lain dengan tindakan itu. tidak habis pikir. sempat terbersit di pikiran saya, lebih baik saya menabraknya saja sekalian. tapi untunglah, otak saya masih bisa memilah.

***

seusai recce, saya mengakses sosial media. beberapa teman membagikan berita duka kematian teman mereka, akibat sebuah kecelakaan. saya sendiri hingga kini belum tau bagaimana kecelakaan yang terjadi yang mengakibatkan nyawa teman dari teman-teman saya itu terenggut. tapi yang pasti, hal itu kembali mengingatkan saya pada sosok pengendara di perempatan jalan yang merasa tidak memiliki salah yang saya temui siang tadi. hati-hati dengan tidak merasa bersalah, karena mungkin suatu saat hal itu bisa berakibat fatal entah bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *