Jurnal Menjelang Siang #3

dua hari yang lalu, iqbal, produser saya di project film pendek Menjelang Siang, melayangkan surat perihal permohonan ijin bantuan untuk memakai mobil satpol pp wonosari beserta personilnya. namun, sepertinya ada sesuatu di naskah kami yang membuat kepala satpol pp wonosari merasa keberatan. akhirnya, kemarin kami memutuskan untuk berkunjung dan bertemu langsung, supaya bisa menjelaskan kebutuhan yang kami inginkan.

kami disambut dengan baik oleh pak kepala. beliau kemudian langsung menjelaskan perihal keberatan beliau pada kami, dan menyatakan jika tidak dapat membantu kami. namun, untungnya beliau tetap terbuka dengan penjelasan yang kami berikan. ternyata, memang ada perbedaan pemahaman terhadap teks pada naskah sehingga beliau merasa keberatan. setelah kami menjelaskan panjang lebar, akhirnya beliau mulai mengerti dan menyatakan bersedia memberikan kami bantuan berupa mobil satpol pp beserta personilnya.

bertemu, berbicara langsung, dan mengutarakan maksud kepada lawan bicara memang lebih jelas daripada bentuk komunikasi apapun, termasuk teks. komunikasi melalui teks rawan sekali rancu karena teks tidak mampu menyampaikan bahasa tubuh, yang dalam kondisi tertentu, jauh lebih penting daripada bahasa lisan.

saya jadi ingat, beberapa waktu yang lalu, ada salah seorang terkenal melalui akun facebook-nya, menghapus beberapa status yang ia tuliskan karena ternyata tulisan itu multitafsir. banyak yang tidak suka dengan tulisan tersebut, walaupun menurut pernyataannya, ia tidak bermaksud seperti itu. itu hanya salah satu contoh dibalik banyak sekali kesalahpahaman gara-gara komunikasi melalui teks yang kini semakin sering terjadi.

***

tak terasa, waktu menunjukkan pukul 12 dan adzan sudah terdengar dari masjid. kami segera pamit kepada pak kepala satpol pp karena hari itu adalah hari jumat. tak lupa, iqbal berencana akan mengirimkan update jadwal padanya.

iqbal : “pak, nanti update jadwal saya kirim ya.”
pak kepala : “baik mas, tapi kirim faks ya, jangan email.”
iqbal : “oh, ndak usah pak, saya senin ke sini lagi saja pak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *